Pages

Subscribe:

Jumat, 30 September 2011

G30S/PKI: "Lahirnya" Sang Pahlawan

Jika kita mendengar G-30-S/PKI, lantas yang terlintas dipikiran kita mungkin PAHLAWAN REVOLUSI. 10 perwira militer yang mati di bunuh dengan cara yang kejam, sadis dan tak bermoral. Di hari yang bersejarah ini, gue ingin sedikit mengenang jasa Pahlawan-pahlawan yang telah berkorban demi NKRI pada umumnya serta Revolusi Indonesia pada khususnya.


Jendral TNI Achmad Yani 
 
Lahir di Purworejo, 19 Juni 1922, dikenal sebagai seorang tentara yang selalu bersebrangan dengan PKI. Ketika beliau menjabat sebagai Panglima Angkatan Darat sejak tahun 1962, ia menolak keinginan PKI untuk mendirikan Angkatan Kelima yang terdiri dari buruh dan tani. Karena itulah, beliau akhirnya dibunuh oleh PKI di ruang makan rumahnya, di Jalan Lembang D58, Menteng pada jam 04.35 tanggal 1 Oktober 1965.
Bintang Kehormatan yang pernah didapat:
  1. Bintang RI Kelas II
  2. Bintang Sakti
  3. Bintang Gerilya
  4. Bintang Sewindu Kemerdekaan I dan II
  5. Satyalancana Kesetyaan VII, XVI
  6. Satyalancana G: O.M. I dan VI
  7. Satyalancana Sapta Marga (PRRI)
  8. Satyalancana Irian Barat (Trikora)
  9. Ordenon Narodne Armije II Reda Yugoslavia (1958)
Letjen. M.T. Haryono
Beliau lahir di Surabaya, 24 Januari 1924 dan meninggal pada 1 Oktober 1965 dimakamkan di TMP Kalibata-Jakarta. Beliau sempat masuk Sekolah Kedokteran pada masa pendudukan Jepang( Ika Dai Gakko), namun sayang tidak sampai tamat. Lalu pada akhirnya, setelah proklamasi kemerdekaan di kumandangkan, beliau turut bergabung dengan pemuda-pemuda lain ke Jakarta untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Awal pengangkatannya, beliau memperoleh pangkat Mayor. Antara tahun 1945-1950, beliau sering di tugaskan sebagai Sekretaris Delegasi RI dalam perundingan dengan Inggris dan Belanda.Ketika Konfrensi Meja Bundar (KMB) diselenggarakan, ia merupakan Sekretaris Delegasi Militer Indonesia.

Letjen. S.Parman
Pria yang lahir di Wonosobo, 4 Agustus 1918 ini, merupakan perwira intelijen sehingga banyak tahu tentang kegiatan rahasia PKI yang salah satu di antaranya adalah usul PKI untuk mendirikan Angkatan Kelima yang mempunyai maksud tersembunyi. Karena itulah ia dibunuh oleh PKI dalam peristiwa G30S/PKI.

Letjen. Suprapto
Beliau lahir di Purwokerto, 20 Juni 1920, sempat ditahan oleh pasukan Jepang ketika masa kependudukan Jepang, namun berhasil melarikan diri dan bergabung mengikuti kursus Pusat Latihan Pemuda. Setelah masa kemerdekaan, beliau bergabung dengan Tentara Keamanan Rakyat yang turut ikut dalam pertempuran Ambarawa melawan tentara Inggris. Ketika itu, pasukan dipimpin oleh Panglima Besar Sudirman.

Mayjen. D.I.Pandjaitan 
Pandjaitan lahir di Balige, Tapanuli, 9 Juni 1925. Ketika Indonesia sudah meraih kemerdekaan, ia bergabung dengan Tentara Keamanan Rakyat. Seiring berakhirnya Agresi Militer Belanda ke II, ia naik pangkat menjadi Kepala Staf Operasi Tentara dan Teritorium (T&T) I Bukit Barisan di Medan. Selanjutnya dipindahkan lagi ke Palembang menjadi Kepala Staf T & T II/Sriwijaya. Setelah mengikuti kursus Militer Atase (Milat) tahun 1956, ia ditugaskan sebagai Atase Militer RI di Bonn, Jerman Barat, ia ditunjuk menjadi Asisten IV Menteri/Panglima Angkatan Darat (Men/Pangad). Jabatan inilah terakhir yang diembannya saat peristiwa G 30/S PKI terjadi.


Mayjen. Sutoyo Siswomiharjo
Mayor Jenderal TNI Anumerta Sutoyo Siswomiharjo (lahir di Kebumen, Jawa Tengah, 23 Agustus 1922 – meninggal di Lubang Buaya, Jakarta, 1 Oktober 1965 pada umur 43 tahun) adalah seorang Mayor Jenderal TNI yang menjadi korban dalam peristiwa Gerakan 30 September di Indonesia.
Ia dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta.

Aipda K.S.Tubun
Ajun Inspektur Polisi Dua Anumerta Karel Satsuit Tubun, (lahir di Maluku Tenggara, 14 Oktober 1928 – meninggal di Jakarta, 1 Oktober 1965 pada umur 36 tahun) adalah seorang pahlawan nasional Indonesia yang merupakan salah seorang korban Gerakan 30 September pada tahun 1965. Ia adalah pengawal dari J. Leimena. Karena mengganggap para Pimpinan Angkatan Darat,sebagai penghalang utama cita citanya.maka PKI merencenakan untuk melakukan penculikan dan pembunuhan terhadap sejumlah Perwira Angkatan Darat yang dianggap menghalangi cita-citanya.salah satu sasaranya adalah Jenderal A.H. Nasution yang bertetangga dengan rumah Dr.J. Leimena.Gerakan itu pun dimulai,ketika itu ia kebagian tugas jaga pagi.maka,ia menyempatkan diri untuk tidur. para penculik pun datang, pertama-tama mereka menyekap Para Pengawal rumah Dr.J. Leimena.karena mendengar suara gaduh maka K.S.Tubun pun terbangun dengan membawa senjata ia mencoba menembak para gerombolan PKI tersebut. Malang, gerombolan itu pun juga menembaknya. Karena tidak seimbang K.S.Tubun pun tewas seketika setelah peluru penculik menembus tubuhnya.

Kapten CZI Pierre Tendean
Kapten Anumerta Pierre Andreas Tendean (lahir di Jakarta, 21 Februari 1939 – meninggal di Jakarta, 1 Oktober 1965 pada umur 26 tahun) adalah salah seorang korban pada peristiwa Gerakan 30 September dan merupakan pahlawan nasional Indonesia. Beliau adalah ajudan dari Jenderal Besar DR. Abdul Harris Nasution (Menko Hankam/Kepala Staf ABRI) pada era Soekarno. Abdul Harris Nasution lolos dari peristiwa penculikan tetapi anaknya, Ade Irma Suryani Nasution tewas tertembus peluru. Pierre Tendean sendiri ditangkap oleh segerombolan penculik dan dibunuh di Lubang Buaya. Ia diculik karena dikira adalah Jenderal Besar DR. A.H. Nasution. Beliau dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta.

Kolonel Inf. Sugiono
Kolonel Anumerta R. Sugiyono Mangunwiyoto (lahir di Gedaren, Gunungkidul, 12 Agustus 1926 – meninggal di Kentungan, Yogyakarta, 1 Oktober 1965 pada umur 39 tahun) adalah seorang pahlawan Indonesia yang merupakan salah seorang korban peristiwa Gerakan 30 September.

Brigjen. Katamso Darmokusumo
Brigjen Anumerta Katamso Darmokusumo (lahir di Sragen, Jawa Tengah, 5 Februari 1923 – meninggal di Yogyakarta, 1 Oktober 1965 pada umur 42 tahun) adalah salah satu pahlawan nasional Indonesia. Katamso termasuk tokoh yang terbunuh dalam peristiwa Gerakan 30 September. Ia dimakamkan di Kusumanegara, Yogyakarta.

Semoga, dengan gugurnya para pahlawan diatas, akan tumbuh beribu-ribu pahlawan Indonesia dimasa mendatang yang dapat mengharumkan nama Indonesia di dunia Internasional. Amin....

Sumber: http://id.wikipedia.org

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar